oleh

Mengenal Lebih Dekat Sosok Iwan Pasar

-TOKOH-191 views

BANDUNG, PRABUNEWS.COM – -Mengenal Iwan Suhermawan atau yang akrab di sapa Iwan Pasar , merupakan salahsatu tokoh masyarakat yang memiliki Prinsip Hidup “Kalau Lapar Saya yang Pertama, Jika Kenyang Saya lah Yang terakhir”

Iwan Suhermawan merupakan putra sulung dari empat bersaudara buah cinta kasih dari pasangan Endar Suhendar – Hj. Acah Dartika, yang dilahirkan di Bandung (24/7/1972 ).

Pendidikan dasarnya di selesaikan di SD Sending Pasirkaliki. Perjalanan, hidup Iwan kecil sangatlah penuh dinamika. Iwan lahir dari didikan keluarga brokenhome (pisah cerai) ayah dan ibunya.

Perpisahan yang memaksa Iwan harus dititipkan pada nenek miskin, penjual sayuran diemperan pasar baru. Nenek ini pula, yang memberikan pelajaran kerasnya hidup dipasar dan perlunya keteguhan memegang prinsip hidup.

Foto : Iwan Suhermawan bersama Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil

Kehidupan pasar, pula yang menempa Iwan kecil, untuk hidup mandiri. Bahkan, dari usia 6 tahun Iwan telah harus tinggal dan hidup di lingkungan pasar. Memasuki, usia 7 tahun, untuk menambah bekal sekolahnya, Iwan telah jadi kuli panggul. Sehingga, memasuki usia SMP sampai STM, Iwan sudah akrab dengan kerasnya kehidupan pasar.

Setelah selesai mengenyam pendidikan STM, Iwan sempat bekerja di PT. Astra Internasional. Tapi tidak berlangsung lama, karena dipecat akibat dia membela temannya yang kena PHK tanpa pesangon.

Keluarnya, Iwan dari PT. Astra, membawanya kembali ke kehidupan pasar. Iwan, merintis usaha dagang terigu dan tekstil (1996). Puncak kemajuan usaha dagang Iwan, terjadi pada tahun 1997—1998, tapi karena krisis multidimensional, usaha Iwan juga meredup karena ketidakfokusannya mengurus usaha.

Darah aktivisnya, lebih membuatnya terpanggil untuk turun kejalan—demonstrasi bersama elemen masyarakat lain, baik sebagai donatur atau aktor. Dan, berkat perjuangan reformasi itulah, kita kini memiliki kebebasan berorganisasi, menyatakan pendapat, menulis. Sayang, prilaku kebebasan ini, dimaknai kekotoran alam bawah sadar oleh sebagian oknum yang ingin memuaskan syahwat kekuasaan, usaha, dengan menebarkan aneka produk kebencian, tebar fitnah, dan lainnya. Berbahagialah yang masih memiliki rasionalitas dan objektifitas berpikir, sebab “ jika semua diawali dengan kebencian rasionalitas dan objektifitas biasanya ikut hilang”.

Keaktivisan Iwan, tidak dapat dilepaskan dari tempaan sang guru organisasinya, Muhtar Budiana (mantan Ketua PDI-(Alm)) dan aktivis marhaen Lummy Darmawan (Alm), yang diera rezim otoriter Soeharto masih menancapkan taringnya. Muchtar Budiana inilah yang menempa Iwan sebagai aktivis dan organisatoris penuh idealisme. Karir organisasinya, dimulai dari jadi kader Partai Demokrasi Indonesia (satu dari korban peristiwa 27 Juli). Kala, kantor PDI diserang rejim otoriter Soeharto, karena tak menghendaki Megawati diangkat sebagai Ketua Umum. Perjalanan, karir organisasi Iwan Suhermawan, makin cemerlang baik sebagai aktivis maupun sebagai pembela kaum tak mampu.

Diantara, organisasi yang pernah dimasuki Iwan Suhermawan, adalah Gerakan Mahasiswa 98, Pemuda Demokrat (Dewan Pembina), KNPI Kota Bandung (Sekretaris), Garda Pemuda NasDem (Ketua DPD Kota Bandung), Gurka (Dewan Pembina). Dan, sebagai orang pasar, Iwan mendirikan Himpunan Pedagang Pasar Baru (HP2B—Ketua Umum), Himpunan Pedagang Pasar Tradisional dan Kaki Lima (HP2TKL) Jawa Barat (Deklarator—Ketua Umum), Asosiasi Pekerja dan Pedagang Kaki Lima (APPKL) Kota Bandung (Deklarasi—Ketua Umum), dan kini Pengurus Kadin Kota Bandung Divisi Kommenter Bidang Pasar Tradisional dan Kaki Lima.

Tahun 2019, Atas dorongan beberapa teman dekatnya, Iwan Pasar memutuskan akan maju sebagai calon anggota legislatif Dapil I Kota Bandung, dari Partai Nasional Demokrat (NasDem), nomor urut 8. Satu tekat dan komitmen Iwan Suhermawan, ingin menjadi garda terdepan dari proses perjuangan ekonomi rakyat melalui gedung parlemen. Untuk itulah, maka Iwan Suhermawan, memutuskan untuk menjadi bagian dari legislasi Kota Bandung periode 2019—2024. Dan, perjuangannya tentu sangat tidak berarti bila tanpa, komitmen semua pihak—masyarakat untuk mengantarkanya, jadi WAKIL RAKYAT. Agar, manfaat perjuangannya, tidak hanya dirasakan oleh PKL (Kebonjati, Dr. Rajiman, Ciroyom, Andir, Sudirman, Jamika, Malabar, Buah Batu, Sukajadi, dan Pedagang Pasar Baru, saja tapi rakyat kota Bandung).

Demikian sekilas perkenalan kita dengan sosok IWAN SUHEMAWAN—Iwan Pasar. Terima kasih atas supportingnya.( Wahyu).

Komentar

News Feed