oleh

Kawasan Rumah Pangan Lestari Di Sektor 6

Bandung, prabunews.com – Banyak hal dilakukan oleh satgas Citarum sektor 6 subsektor Baleendah, diantaranya adalah membuat kawasan hijau di wilayah RW 21 Kp Cikarees Kelurahan Baleendah Kec Beleendah Kabupaten Bandung

” Kita bekerja sama dengan BPP Dinas Pertanian Kabupaten Bandung untuk melakukan penyuluhan kepada KWT ( Kelompok Wanita Tani ) di wilayah RW 21 Baleendah, tentang bagaimana pola tanam sayuran dengan menggunakan media polibek”, berikut disampaikan Serka Enjas Pras dansubsektor Baleendah sektor 6 yang di dampingi anggota nya Kopda Asep dalam hal ini sekaligus mewakili Dansektor 6 Kol Inf Yudi Zanibar dilokasi penyuluhan.

Kurang lebih sekitar 70 orang ibu ibu yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani Rw 21 (KWT) Kel Baleendah, pada hari ini Selasa (5/03) secara langsung mendapatkan penyuluhan dari BPP tentang bagaimana cara tanam sayuran dengan menggunakan polibek.

Lebih lanjut Serka Enjas mengatakan bahwa semua tanaman sayuran ini akan disimpan berjejer di tembok bantaran sepanjang RW 21, ” sementara ini bibit sayuran yang ditanam sampai hari lebih dari 7000 polibek yang nanti akan disebar di pekarangan rumah anggota KWT, kedepannya bisa bertambah lagi secara bertahap” kata serka Enjas Pras Dansubsektor Baleendah Sektor 6

Sementara itu menurut Atin Maryamah ketua KWT RW 21 mengatakan, kepada media” Alhamdulillah KWT ini sudah mempunyai Surat pengukuhan dari Kelurahan, dan kegiatan kami selama ini mendapat support langsung dari ketua RW 21,”, Ungkap Atim Maryamah.

Di Kecamatan Baleendah saat ini sudah mempunyai 13 KWT yang tersebar di beberapa Desa dan Kelurahan,” Ada sekitar 500 Anggota KWT di Kec Bale Endah, tapi di sini suasana nya lain, pertama kali saya masuk saja antusias warga sangat terasa”, Ujar Samsudin SP, Ketua rombongan dari BPP Dinas Pertanian Kabupaten Bandung.

” Ada perbedaan memang antara pola tanam di polibek dengan di tanah langsung, unsur hara dan ruang gerak tanaman pasti akan terbatas kalau menggunakan polibek, tapi itu nanti bisa direkayasa dengan ditambah pupuk organik yang benar benar matang, kalau dikomposernya bagus harus selama 14 hari”, Terang Samsudin.

Masih menurut Samsudin,” kita akan rutin mengunjungi KWT disini, mungkin setiap hari selasa, kita akan dorong untuk bisa menciptakan Kawasan rumah pangan lestari (KRPL)”, Pungkas nya.
(way)

Komentar

News Feed