oleh

Budi DLH Kota Bandung : Limbah Cair PT Yasako Aroma Limbahnya Masih Menyengat

Bandung,prabunews.com – Kesigapan Satgas Citarum Harum menindak lanjuti laporan masyarakat perihal bau limbah yang diselokan warga RW 09 Pasawahan, yang di duga dari PT Yasako Jln Moh Toha Kelurahan Wates Bandung Kidul. Hari ini 7/05 Satgas citarum harum Sektor 22 Sub sektor 14 bersama tim Dinas Lingkungan Hidup kota Bandung mengambil sample air limbah di outlite PT Yasako dan di selokan yang berakhir di sungai citepus.

Peltu Syahril Dansub 14 Sektor 22 mengatakan “ menurut pantauan kami tadi di lokasi pas di selokan memang air limbah nya tidak berwarna hitam pekat, yang menjadi nampak air nya hitam pekat itu di karenakan mungkin bekas lumpur limbah yang dulu jadi nampak hitam pekat” singkatnya

Hal senada dikatakan Budi perwakilan dari Dinas lingkungan Hidup kota Bandung berdasarkan data & fakta yang ada dilapangan kepada media mengatakan ” hari ini kami mengambil sample air limbah dari PT Yasako,dari outlite hingga ke akhir pembuangan selokan yang ke sungai citepus, dari outlite nya kondisi air memang masih berwarna coklat dan limbahnya memang masih memenuhi baku mutu, tetapi menurut pengamatan kami dari ke bau an nya memang aromanya limbanya masih menyengat ” tandasnya selasa (7/5/2019).

Sementara itu di tempat yang berbeda dari PT Yasako Teknis Kabag Limbah Ari Sunaryo mengatakan ” memang pengolahan kita belum sepenuhnya baik walau pun limbah nya sudah memenuhi baku mutu, makanya saya berani buang limbahnya ke tanah kosong di belakang, karena saya pikirkan sudah aman, walau pun air limbahnya tidak bening tapi warnanya tidak hitam,warna hitam itu akibat tercampur endapan lumpur lama, jadi diselokan terlihat hitam gitu, dan kita pun sedang terus berusaha tretment sendiri air limbahnya ” katanya

“Walau pun kami ada kerjasama denga MCAB bayangkan saja bila limbah cairnya harus di olah oleh MCAB 100%, bila banjir kita repot produksi harus berhenti, karena MCAB tidak bisa nampung limbahnya luber di MCAB, makanya kita berusaha olah sendiri 40%, dan 60%nya di angkut oleh mobil tanki ke MCAB, dan lumpur sludge pun kami di angkut oleh pihak ke tiga per 80 ton, kadang sebulan sekali bahkan lebih, lalu abu batubara juga sudah ada yang angkut dari pihak ketiga , kalau masalah bau menurut saya itu hampir sama dengan seperti bau selokan ” jelas Ari

Elend merupakan perwakilan dari onwer PT Yasako menanggapi kedatangan 3 Anggota Polisi dari Polrestabes Kota Bandung, untuk mengecek dugaan permasalah Pengolahan Limbah Cair Yasako mengatakan ” pada dasarnya saya tidak keberatan pabrik saya di datangi dari polrestabes, tapi harusnya anggota yang datang ke sini bisa tunjukan surat tugasnya, saya bingung siapa yang datang, walau itu dari polrestabes, karena menurut saya, pabrik saya gak salah kok, bila ada pelanggaran sudah lama di tutup tidak beroperasi, saya juga mendukung program citarum, apa lagi ini dari program presiden ” ucapnya.

Elend dan Ari ( Baju merah )

Lebih lanjut Elend mengatakan ” masalah limbah itu tidak ada masalah, hanya endapan lumpur lama, seperti lumut dan bukan lumpur sludge, itu nanti bisa di keruk atau di kepinggirkan nanti, pastinya itu bukan lumpur sludge. Untuk penjelasan lebih jelas nanti hari kamis kan kita ke LH ” pungkasnya (way)

Komentar

News Feed