oleh

PT Yasako Laksanakan Sangsi Sosial Angkat Sedimentasi Selokan Hingga Sungai Citepus

Bandung, prabunews.com – Dampak pengaduan masyarakat tentang dugaan PT Yasako yang sembarangan membuang limbahnya ke selokan Bobojong, membuat Satuan tugas Citarum Harum Sektor 22 berikan sangsi Sosial kepada perusahaan  PT. Yasako bergerak dibidang Tekstil (Printing) ,beralamat di Jl. Moh. Toha 392 Bandung, Sabtu 11-05-2019 .

Sangsi sosial pada PT. Yasako ini adalah membersihkan selokan dari kelurahan wates kota Bandung hingga akhir selokan yakni di sungai citepus kelurahan pasawahan Kabupaten Bandung sebagai bentuk sangsi tindak pelanggaran selama ini, sambil menunggu beres IPAL yang disempurnakan, PT. Yasako harus tertib dalam membuang Limbahnya yang selama ini di kelola oleh PT. MCAB, dan Satgas Sektor 22 akan mengawasinya.

Dansektor 22 Citarum (Kol. Inf. Asep Rahman Taufik) dihadapan karyawan dan staf kelurahan dalam pembukaan karya bakti Sangsi Sosial PT. Yasako, menyampaikan,

“Ada 4 hal  yang menyebabkan PT. Yasako kena sangsi, 1.Kesan kotor seolah pabrik tidak ada kepedulian terhadap lingkungan, 2.Kotoran Manusia (Tinja) berceceran di kebun, membuktikan bahwa pabrik tidak ada resfek untuk kebersihan lingkungan dan karyawannya, 3.Pengolahan IPAL belum sempurna, baru ada rencana untuk menyempurnakan IPAL, untuk memenuhi baku mutu janjinya hingga 3 bulan ke depan, 4.Instalasi IPAL tidak bagus, masih ada pipa masuk ke dalam tanah sehingga akan berdampak lada pencemaran air tanah, dan ini harus diperbaiki” Jelas Dansektor.

Selain ungkapan diatas, Dansektor mengharapkan, “Dansub 14 dan Pemerintah kewilayahan harap mencari sumber-sumber lain, barangkali ada pabrik lain yang turut mencemari sungai dan lingkungan, soalnya daerah ini merupakan kawasan industri”, Harap Dansektor.

“Jaman sekarang tidak musim lagi untuk mengotori lingkungan karena ada perpres 15 th 2018, yang harus ditegakkan”, papar Dansektor 22

Sementara itu dari Sektor 21 – sub 06 Citepus Peltu Eddy yang turut hadir bersama warga karena memang di kelurahan pasawahan adalah wilayahnya kepada media mengatakan ” Terima kasih saat ini saya selaku dansub sektor 21 – 06 citepus merasa agak sedikit lega karena selama ini memang dilema,kan masalah perusahaan PT Yasako itu di sisi lain Kami memang sesama Satgas harus ikut bertanggung jawab masalah limbah untuk di sisi lain masuk ke wilayah 22 dengan adanya kolaborasi ini di harapkan akan membikin kita semakin kompak solid untuk sama-sama melaksanakan tugas pokok Satgas Citarum harum mudah-mudahan kedepannya kita selalu sinergis bekerja bersama-sama untuk sukseskan kegiatan Satgas Citarum harum ini dan terima kasih juga kepada masyarakat yang sudah ikut berpartisipasi di sini sub sektor 6 citepus melibatkan 13 personel anggota Satgas yang masuk dalam nominatif dan 7 orang gober ” katanya

Ari (Manager Teknik PT. Yasako) menyampaikan, “kami berupaya penuh untuk menyelesaikan IPAL, soalnya kami diberi waktu 3 bulan untuk menyelesaikannya, maka ini harus segera dibereskan” katanya

“Selama ini pengolahan limbah PT. Yasako dikerjakan oleh PT. MCAB, kalo sudah beres pengerjaan IPAL ini, kami pun akan lepas dari MCAB, soalnya sudah punya sendiri” pungkas Ari.(red)

Komentar

News Feed