oleh

KEMENKO PMK KEMBALI GELAR PELATIHAN PENGURANGAN RESIKO BENCANA DAS CITARUM BERBASIS MASYARAKAT

Bandung, prabunews.com – Senin 17/06/2019 Hotel Lingga , pasca di keluarkanya peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang percepatan pengendalian pencemaran kerusakan Daerah Aliran sungai (DAS) citarum.Kementrian koordinator bidang kebudayaan dan pembangunan manusia (KEMENKO PMK) mengupayakan berbagai program lintas sektoral.

Salah satunya workshop gerakan pengurangan risiko bencana DAS Citarum. kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat untuk menghadapi ancaman bencana terutama banjir dan longsor.


Berbagai narasumber di hadirkan oleh Kemenko PMK dalam pembukaan Workshop GPRB DAS citarum. Mereka antara lain berasal dari kemendesa PDTT,BNPB,BPBD Provinsi Jawa Barat, BPBD Kabupaten Bandung,Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Bandung, Dansektor 1 Dan 2 Citarum Harum Kodam III/Siliwangi, komunitas jaga balai,dan komunitas Ecovillage. Workshop diawali dengan sambutan Deputi Bidang Koordinasi kerawanan sosial Dan dampak Bencana kemenko PMK.Mayjen TNI (Purn) Dody Usodo dan dibuka oleh Sekda Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa.

Workshop GPRB DAS Citarum selanjutnya akan di pandu oleh 8 fasilitator yang di hadirkan dari Yogyakarta.Para fasilitator ini akan memberikan pengetahuan teknis kepada para peserta seperti strategi penanggulangan bencana tingkat desa. Pengelolaan peringatan dini,penyiapan jalur evakuasi.


Perencanaan program dan anggaran,penanganan kaum rentan dan disabilitas termasuk di dalam nya peningkatan kepedulian lingkungan dalam pengelolaan sampah sepanjang DAS Citarum.Asisten Deputi pengurangan Risiko bencana . Demikian di katakan Iwan Eka setiawan , yang pembekalan teknis penting agar setelah mengikuti workshop ini,peserta.dapat menerapkanya di desanya masing masing.

Sementara itu pada kesempatan ini Komandan Sektor 2 Citarum Harum Kol.Inf.Mulyono Saat di Wawancarai Prabunews.com Memaparkan Tentang penangulangan Kerusakan DAS Citarum, kondisi awal sektor 1 Dan 2 kasusnya ada dua hal yaitu sampah Baik organik dan non organik juga hutan gundul.
Bagaimana pembuangan sampah itu ada di hati kunci nya. Kalo masyarakat tidak punya nurani hati yang bagus pasti yang datang penderitaan.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan ” Permasalahan hutan gundul dan Longsor mudah mudahan Sektor 2 tidak ada longsor lagi. Dulu sudah pernah ada yang longsor dan Saya sudah menghimbau kepada masyarakat.Sejak pertama saya menjadi Dansektor 2 Citarum Harum dengan cara (KOMSOS) sosialisasi mulai dari Desa sukapura sampai ke Desa pangauban. Saya selalu menghimbau kepada masyarakat dan berharap, mari kita melakukan yang terbaik untuk negara kesatuan Republik indonesia yang pertama kita tanamkan hati kita untuk cinta Tanah air.dan kalo hutan gundul kita tanam lagi, dan Kini kita sudah
Menanam tanam keras, kita sudah bekerja sama sama dengan Perhutani utamanya di lereng.yang jelas lokasi lahan di atas 45 derajat itu harus di tanamin, ga boleh di tanamin sayur dan kita harus menanam tanaman keras yang produktif contoh nya Kopi,aren dan lain sebagainya dengan catatan harus ada cara tumpang sari untuk mengatasi longsor.” pungkasnya

(Asep.A)

Komentar

News Feed