oleh

Y Zulkarnain Kabid Kebersihan Akui Pusat Daur Ulang Dan Bank Sampah Induk Di Kelurahan Jelekong Belum Optimal

Bandung,Prabunews.com – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya secara langsung meresmikan Pusat Daur Ulang (PDU) dan Bank Sampah Induk itu didampingi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dan Bupati Bandung Dadang M Naser di Kelurahan Jelekong Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung pada Bulan April 2019 Lalu.

Bawasannya seperti yang di lansir oleh salah satu media online menurut Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) membangun fasilitas pengelolaan sampah di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum di Kelurahan Jelekong, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, dilakukan berdasar pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum.

Pusat Daur Ulang ( PDU ) Dan Bank Sampah Induk bisa berkapasitas 10 ton sampah per hari, selain itu juga fasilitas pengomposan dengan kapasitas 10-30 ton per hari. Pengoperasian PDU memungkinkan pengurangan emisi Gas Rumah Kaca sekitar 5.000 ton karbondioksida (CO2) per tahun dengan efektivitas biaya sekitar Rp. 2 juta per ton CO2 per tahun

Akan tetapi Pusat Daur Ulang (PDU) dan Bank Sampah Induk menuai kritik dan keluhan dari masyarakat serta salah satu anggota Satgas Citarum Harum Sektor 6, menyampaikan dilokasi tersebut belum ada aktivitas Oprasinal.

“Sampai hari ( 09/07/2019 ) tadi itu belum ada aktivitas Oprasional, Baru uji coba mesin daur ulang ” Papar salah satu satgas Citarum Harum Sektor 6

Foto salah satu anggota satgas Citarum Harum Sektor 6 di Lokasi PDU

Lebih lanjut menurut pantauan Satgas Citarum sektor 6 pada tanggal 08/07/2019 dilokasi seputar bangunan PDU dan Bank Sampah induk masih lengang dari sampah , belum ada tanda tanda sejak diresmikan PDU tersebut langsung oprasional, cuman baru hari tadi Selasa 09/07/2019 ada aktivitas dan itu pun baru uji coba mesin daur ulang.

Berawal dari keluhan tersebut kami langsung mengkonfirmasi kepala Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Y Zulkarnain saat di temui langsung di ruang kerjanya mengatakan ” sejak april 2019 lalu Itu sudah oprasional, akan tetapi belum maksimal, baru 2 orang kader dan dari dinas disana yang aktif mengelola PDU, nah baru Sabtu kemarin 06/07/2019 Kami membentuk KSM kelurahan kelurahan Jelekong, dan menambah lagi jadi 5 Kader Lingkungan, untuk mengelola PDU tersebut, Untuk mengoptimalkan pengelolaan PDU tersebut ” paparnya 09/07/2019

Kepala Bidang Kebersihan Y Zulkarnain

Kabid Kebersihan Y Zulkarnain mengakui bahwa belum bisa memaksimalkan dan meng optimalkan PDU dan bank Sampah induk tersebut karena terkendala oleh berbagai faktor termasuk dari kedinasan sendiri. karena ada berbagai prosedur yang harus ditempuh secara administrasi kedinasan.

” Mulai hari dan selanjutnya insya allah kami bersama KSM ( Kelompok Swadaya Masyarakat ) di kelurahan Jelekong akan terus mengoptimalkan Oprasional PDU tersebut karena kalau kami sendiri dari kedinasan merasa terkendala jika tidak dibantu oleh KSM dan warga sekitar ” pungkasnya (way)

Komentar

News Feed