oleh

KOLABORAKSI KUNCI SUKSES PELIJA MEMBANGUN KEPEDULIAN LINGKUNGAN

Bandung, Prabunews.com – Salah satu bentuk pengabdian nyata yang dapat dilihat dari keberadaan sebuah Lembaga Swadaya masyarakat, terutama LSM yang bergerak di ranah keberpihakan terhadap lingkungan adalah adanya program yang berkesinambungan dan berorientasi dalam bentuk aktualisasikan nilai-nilai keluhuran menjaga lingkungan itu sendiri.

Hal itulah yang tercermin jelas dalam pemetaan program-program LSM Peduli Lingkungan Jabar ( PELIJA ).Berbagai macam kegiatan dalam bentuk keperpihakan tersebut secara konsisten dilaksanakan, dimulai dari saresehan, diskusi publik, bakti sosial sampai kegiatan melakukan penanaman pohon di bantaran sungai Citarum, daerah Cimenyan, Cisurupan Cilengkrang juga segudang kegiatan lainnya.
Salah satu agenda lain yang dilaksanakan di bulan Agustus kemarin tepatnya tanggal 28 Agustus 2019, PELIJA melaksanakan kerjasama dengan Mahasiswa UPI dari beberapa jurusan yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata ( KKN ) di Perumahan Junti Asri Katapang, Kabupaten Bandung.

Bentuk kerjasama yang dilaksanakan pada kegiatan tersebut diantaranya Gerakan penanaman pohon, sosialisasi pengelolaan air ( biopori dan sumur resapan ) dan edukasi pengelolaan sampah.
Hadir pada kegiatan tersebut perwakilan dari DLH Kabupaten Bandung, Pihak Kecamatan, perwakilan desa dan tim dari satgas Citarum Harum.

“ Kerjasama ini sangat membantu mengingat apa yang disampaikan oleh nara sumber dari Pelija sesuai dengan konteks permasalahan pada saat ini ! “ ujar Ricko, salah satu mahasiswa merangkap sebagai ketua KKN.Kedepannya beliau berharap agar kerjasama ini tidak hanya berhenti di kegiatan KKN ini, tetapi berlanjut dalam ruang dan waktu berbeda, karena kehadiran LSM yang memiliki keberanian berkolaborasi pada saat ini sangat diperlukan lanjut Ricko.
Kegiatan inipun sangat sejalan dengan program yang sedang dilaksanakan oleh warga Perumahan Junti Asri.Salah satu agenda yang sedang konsisten dilaksanakan oleh warga di perumahan tersebut adalah pengelolaan sampah melalui Bank Sampah dan tentunya gerakan ini sangat didukung oleh semua warga.

 

Pelija sendiri menganggap kegiatan ini merupakan bagian dari realisasi program yang selama dilaksanakan, turut menjadi bagian dari adanya kolaborasi dan kolaboraksi dengan pihak manapun yang memiliki ruh gerakan yang sama baik lembaga swasta maupun pemerintah ( pembangunan yang keberlanjutan dengan senantiasa menjaga keselarasan dengan alam ) adalah sebuah keniscayaan.

‘ Kami senantiasa sangat terbuka bagi hadirnya kerja bareng melalui gerakan berkolaborasi, karena kami menyadari bahwa menghadirkan sebuah perubahan besar tidak dapat dilaksanakan oleh diri kita sendiri melainkan kita harus bergerak bersama, beriringan, bersinergi dan saling mengisi sehingga sebuah harapan besar terutama dalam mewujudkan perubahan budaya kepedulian terhadap lingkungan bukan menjadi mimpi lagi ! “ ungkap Bapak Ir. MQ.Iswara, AIFO ( Direktur Esekutif PELIJA ).
Agenda lain yang selama ini dilaksanakan dalam beberapa waktu kedepan, sekaligus sebagai refleksi 5 tahun PELIJA diantaranya menjadi bagian dari kegiatan World CleanUp Day 2019 ( WCD ) yang akan dilaksanakan pada tanggaL 21 September 2019 serta mengirimkan anggotanya untuk menjadi salah satu peserta Jambore Nasional Indonesia Bersih Sampah 2020 yang akan dilaksanakan pada tanggal 10 -12 Oktober di Bali.

Kedepanya Kang Is, begitu sapaan beliau, berharap agar semakin banyak gerakan kolaborasi ini terlebih dengan dunia akademisi dapat mempercepat perubahan itu, mengingat Institusi pendidikan memiliki struktur dan agenda yang terprogram secara baik dan tentunya memiliki personil/siswa/mahasiswa yng dapat menjadi kepanjangan tangan dari gerakan itu!.
Kalau tidak sekarang, kapan lagi ? Kalau bukan kita, siapa lagi ?,lanjut beliau

Semoga dengan semakin banyak pihak yang peduli lingkungan, maka perubahan budaya positif akan semakin cepat tercapai dan tentunya dukungan dari pihak pemerintah tidak bisa dikesampingkan bahkan kebijakan yang pro lingkungan sudah menjadi agenda yang wajib.

Kalau tidak sekarang, kapan lagi ?

Penulis Kang Amat

Komentar

News Feed