oleh

RANCAMALANG SEBUAH POTRET DAERAH DI KABUPATEN BANDUNG YANG MALANG

Kab.Bandung, Prabunews.com-Hujan yang sejatinya menjadi nikmat bagi penghuni bumi terkadang justru menjadi masalah bagi sebagian penduduk yang ada kota ini.Masalah yang terjadi akibat hujan ini sering kali menimbulkan kerugian yang tidak sedikit bagi masyarakat.Hal ini terjadi pada hari Rabu sore, 18/09/20 tepatnya manakala hujan besar turun di area Bandung Utara dan di area wilayah Cimahi .

Kejadian hujan pada saat itu bagi sebagian warga RW 10 Rancamalang Kecamatan Marga Asih kabupaten Bandung menjadi sebuah kenyataan yang harus dihadapi dengan keikhlasan walaupun di wilayahnya tidak turun hujan.Bagaimana tidak Hujan yang turun di wilayah lain justru membuat masyarakat RW 10 harus sigap dengan kirimanan air hujan berwarna hitam plus dengan banyaknya sampah yang ikut terseret air hujan itu.

Bagi Pa Yayan Ketua RW 10, kejadian seperti ini sudah menjadi hal yang biasa walaupun terkadang cukup kesal dan bersedih, mengingat hal ini terjadi hampir setiap saat manakala hujan turun. “ Dulu kejadian seperi ini sangat jarang terjadi mengingat lebar sungai yang besar, memiliki kedalaman yang cukup serta bangunan tidak sepadat sekarang.Namun sekarang kondisinya sangat berbeda jauh, sungai yang sempit dan banyaknya bangunan yang tidak mengindahkan tata ruang serta padatnya pembangunan di hulu mengakibatkan banjir menjadi sesuatu hal yang harus siap dihadapi kapan saja,”ujarnya


Berbeda dengan yang dikatakanPa Yayan, Pa H.Ujang (57) mengatakan ,” Sungai Rancamalang dulu kalau hujan luapan airnya tidak selalu seperti ini karena aliran air sungai yang berasal dari Cibaligo tidak semuanya mengarah ke sungai ini, melainkan terpecah ada yang ke Cikuya dan Lagadar ”.”Namun sekarang kondisinya sangat berbeda jauh belum lagi pengembangan tata ruang daerah hulu yang begitu masif serta banyaknya pembangunan bangunan-bangunan industri serta daya dukung drainase dan kurangnya sumur-sumur resapan membuat air tidak bisa tertampung lagi oleh sungai”.

Pa Yayan berharap semoga ada perhatian serius dari pihak terkait mengingat beliau dan seluruh warga tidak ingin terus menerus keadaannya seperti ini.”Dulu, beberapa tahun yang lalu pernah ada pertemuan di sebuah kantor Cimahi yang membahas materi permasalahan ini, namun realisasi dari solusi yang di tawarkan masih belum Nampak !,”lanjut Ujang.

Disamping pengelolaan tata ruang yang sangat kurang baik di bagian hulu termasuk hilir, kebiasaan masyarakat untuk bijak membuang sampah sepertinya jauh panggang daripada api.Hal itu tergambarkan dari banyaknya sampah yang terlihat pada sore itu.Air yang tidak tertampung oleh sungai yang kecil meluber ke jalan beserta kiriman sampahnya. ‘ Ini kenyataan dimana hujannya tidak lama, tetapi kiriman air yang bau disertai sampah banyak, apalgi seandainya hujannya lama dan lebat, pasti jauh lebih mengerikan lagi daripada kondisi seperti hari ini ,”Lanjut Yayan sambil membersihkan jalan Rancamalang yang berubah jadi sungai.Adapun daerah di wilayah RW 10 yang sudah menjadi langganan bencana bahkan sampai menimbulkan kerugian material diantaranya RT 03, 04 dan 06.
Sepertinya perhatian dari pemerintah ( Dinas terkait ) dan pengusaha untuk masalah ini sangat perlu gerak cepat serta kepedulian masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai harus secara nyata dilakukan dan bukan hanya sekedar banyak teori.Semoga dengan adanya gerakan bersama permasalahan saudara kita di daerah Rancamalang bisa terselesaikan. Menjadikan daerah Rancamalang menjadi daerah yang nyaman dan jauh dari kata ke-malangan akibat dari bencana ekologi ini. ( Kang Amat

Komentar

News Feed