oleh

MEMBANGUN KWALITAS PESERTA DIDIK MELALUI SINERGITAS POLSEK BANDUNG KULON DAN LINGKUNGAN PENDIDIKAN

Bandung, Prabunews.com-Akhir-akhir ini keberadaan para pelajar mendapatkan sorotan yang cukup serius dari berbagai pihak,terutama setelah muncul fenomena para pelajar yang ikut melakukan kegiatan menyampaikan aspirasinya dengan mekanisme turun berteriak di jalanan.

Tidak ada yang salah dari gerakan ini walaupun secara Undang_Undang telah diatur mengenai mekanisme menyampaikan pendapat termasuk sampai batasan usia dan tentunya selama demonstrasi itu berjalan dengan tertib dan tidak destruktif.Namun tidak ada yang berani menjamin keberadaan setiap demonstrasi berjalan secara damai dan santun.
Hal inilah yang mendorong Pihak Kepolisisan ( POLRI ) untuk bekerjasama dengan banyak sekolah untuk memberikan edukasi dan sosialisasi tentang segala bentuk tindakan yang sejatinya tidak bertentangan dengan Undang-Undang yang ada.Hal ini terlihat dari upaya yang dilaksanakan oleh Kepolisian Sektor ( POLSEK ) Bandung Kulon manakala salah seorang Bhabinkamtibmas dari Polsek tersebut bertindak sebagai Inspektur upacara yang dilaksanakan tadi pagi,Senin 30/09/2019 di SMP Negeri 55 Kota Bandung.


Dalam amanatnya Aiptu Lasino, yang mewakili kapolsek Bandung Kulon Bapak Kompol Herbas Sudewa Dharmawan, SH menyampaikan beberapa hal diantaranya bahwa peserta didik diharapkan memiliki kemampuan bela negara dan cinta tanah air, memiliki budi pekerti yang luhur dan sikap hormat tehadap orang tua, guru dan teman, berakhlak mulia dan menghargai perbedaan, patuh terhadap orang tua, guru dan peraturan-peraturan yg ada di sekolah maupun di rumah serta menghindari dan mencegah tindakan kekerasan baik fisik maupun psikis terhadap teman.Dan hal yang lebih penting adalah pelajar fokus pada tugas utamanya yaitu belajar dengan sungguh-sungguh Selain itu dalam amanat yang dibacakan lainnya Bapak Kapolsek menegaskan tentang pentingnya pengawasan yang harus dilakukan oleh orang tua termasuk para pendidik terhadap penggunaan gawai peserta didik dalam dunia brkomunikas di media sosial.

Pa Lukman Surya Saputra, Kepsek SMPN 55 Bandung menegaskan, “ Di sekolah kami, Alhamdulillah komunikasi antara orang tua dan guru dalam hal ini pihak sekolah berjalan sangat baik termasu pengguaan gawai peserta didik,terlebih lagi sekolh kami membuat aturan bagi peserta didik untuk tidak membawa alat komunikasi/gawai ke sekolah terkecuali seijin guru dalam rangka proses pembelajaran “.

Walaupun termasuk sekolah baru dengan banyaknya keterbatasan namun bukan berarti standar pelayanan pendidikan menjadi terabaikan, berbagai eksrakuriuler dilaksanakan sebagai ruang pengembangan minat danbakat para peserta didik.
Di waktu yang lain Pa Lasino yang bertugas sebagai Bhabinkamtibmas Kelurahan Cigondewah kaler dalam amanat yang dibacakannya menegaskan tentang bahayanya Narkoba. “ Kita memiliki musuh yang sangat nyata dan apabila kita peserta didik sampai terjerat masalah narkoba kita bukan hanya medapatkan kerugian bagi yang bersangkutan namun lebih dari itu kita akan kehilangan satu mata rantai generasi”.
Tentunya menjadi pendidik di era ini buka hal sangat mudah, perlu kejelian dan berbagai wawasan termsuk memiliki kempuan menggunakan IT serta tentunya memiliki kecakapan pendekatan yang baik dalam menyelesaikan segala masalah yang hadir di ruang pendidikan. ( Kang Amat

Komentar

News Feed