oleh

Membangun Kesadaran Warga Bandung Dengan Gerakan Pungut Sampah ( GPS )

Bandung,Prabunews.com–  Minggu merupakan hari yang dianggap sangat penting bagi sebagian warga Kota Bandung yang memiliki kepedulian terhadap kebersihan kota ini.Mereka tergabung dalam beberapa komunitas yang memiliki satu harapan yang sama, menjadikan kota yang bersih dan warganya yang memiliki kepedulian terhadap hal tersebut.

Salah satu komunitas yang rajin untuk mengedukasi dan mensosalisasikan gerakan kepedulian terhadap kota ini adalah komunitas Cleanaction.Anggota komunitas ini sendiri terdiri dari berbagai kalangan, ada pelajar/mahasiswa, pekerja, akademsi, dan ASN.Seperti biasa komunitas ini biasa melakukan gerakan edukasi dan sosialisasi termasuk aksinya di area Dago Car free Day, gerakan aksi yang dilakukan komunitas ini diantaranya berupa Gerakan Pungut Sampah ( GPS ).

GPS ini menjadi bagian aksi yang rutin dilaksanakan, seperti biasa mereka setelah melakukan briefing/pengarahan langsung melakukan aksi dimulai dari monument Dago Cikapayang dan memutar sampai batas are Car Free day bagian utara. Biasanya tim ini terbagi menjadi beberapa bagian, ada yang bertugas GPS di area jalan, area taman/trotoar dan ada juga yang ditugaskan untuk mensosialisasikan nilai-nilai kepedulian dengan menggunakan pengeras suara.

Untuk membumikan gerakan GPS ini, komunitas ini selalu membangun kerjasama dan kolaborasi dengan komunitas lain,seperti dengan Komunitas Motor NMax, Generasi Baru Indonesia (GENBI),Peduli Lingkungan Jabar ( PELIJA ), dan tentunya dengan komunitas lain yang memiliki misi yang sama.

Ari Nugraha sebagai koodinator aksi mengatakan, bahwa gerakan yang dilaksanakan oleh komunitasnya memang berangkat dari rasa kepedulian yang tinggi terhadap kondisi area Dago CFD yang senantiasa bermasalah dengan sampah yang berserakan.” Kami berharap semoga dengan gerakan yang kami lakukan akan memberikan dampak positif, bukan hanya secara fisik artinya area menjadi bersih tetapi juga secara psikis dimana kondisi psikis masyarakat tergugah untuk menghadirkan kepedulian dan tanggung jawab terhadap sampah yang diproduksinya “, ungkap Ari.

Salah seorang pelajar peserta aksi GPS, Angga Amardiva, mengatakan bahwa dirinya sangat senang mengikuti kegiatan GPS ini, selain ikut belajar mencintai kota ini dengan tindakan sederhana, kebiasaan ini juga dapat membentuk dirnya untuk semakin peduli terhadap lingkungan tidak hanya di Dago tetapi dimanapun diriya berada. “Pokonyamah menyenangkan selain acara GPSnya seru banget ?”, kata Angga.

Kita tentunya berharap agar gerakan ini suatu saat akan berhenti seiring dengan kesadaran warga kota Bandung yang bertambah keren.Warga yang bertangung jawab terhadap sampahnya sendiri.

( Kang Amat )

Komentar

News Feed