oleh

Basarnas dan BMKG Waspada Rawan Bencana

Bandung , Prabunews.com – Dr . Ir . Supriyatno .MM.  Pelaksana  Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi jawa barat, di dampingi  Yan Firdaus Permadi  Staf data dan Informasi  ( BMKG)  ,  serta Usep  Supdana  selaku kepala seksi logistik BPBD Provinsi Jabar .  memaparkan  kepada media  sesuai dengan undang undang  no 24 tahun 2007 , terkait  Potensi , Dampak Angin Kencang , Musim hujan dan Banjir di jawa barat. Sehubungan keberadaan media salah satu yang harus ikut bertanggung jawab terhadap bencana. Keterangan disampaikan di aula Barat gedung sate bandung.  ( 19 / 11/ 2019) .

Dr . Ir . Supriyatno .MM.  Pelaksana  Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi jawa barat, di dampingi  Yan Firdaus Permadi  Staf data dan Informasi  ( BMKG)  ,  serta Usep  Supdana  selaku kepala seksi logistik BPBD Provinsi Jabar .

“Pada umumnya jabar saat ini memasuki musim hujan , dimulai dari jabar selatan dan paling akhir di jabar utara”, tegas usep supdana. “Yang sudah tinggi curah hujan sekitar Bogor ,Cianjur dan Sukabumi  , sedangkan Bandung masih bersipat Sporadis ( sedang ). Yang harus diwaspadai saat ini adalah bencana Hydro meteorologi berupa Banjir , Longsor , Angin Kencang yang datang secara Alami, sedangkan longsor sedang dalam proses Evaluasi dimana saja yang rawan” , tambah Yan  Firdaus dari BMKG , Ujarnya.

” Sampai saat ini sudah 1486 kejadian  Bencana di jawa barat  , diantarany terbanyak Angin  puting beliung , 470 tanah bergerak , 320 kebakaran lahan dan hutan , dalam penangganan kami selalu berkoordinasi dengan TNI / POLRI , Tim Basarnas kabupaten dan kota yang sudah dibekali melalui dua mekanisme , yang diserahkan sebelum kejadian untuk antisipasi di bekali peralatan dan penanganan  terkait SDM ,   Logistik  ,  Peralatan  termasuk informasi  dengan para media”. Kata Supriyanto.

” Bahkan untuk tahun 2020 Gubernur jawa Barat, meningkatkan bantuan tiga kali lipat selain sarana penangganan bencana yang di perlukan Kimob dan mobil dapur untuk penanganan bencana , dan tahun depan akan diluncurkan Cetak Biru, berupa buku pedoman yang akan dibagikan ke kota dan kabupaten serta  intansi terkait cara penanganan bencana dan kesadaran akan adanya ancaman bencana .  Sebagai informasi disampaikan juga saat ini ada sekitar 3000 titik rawan pergerakan tanah”. Ujar Sumber dari BPBD Provinsi jawa barat Dr. Ir . Supriyanto.

( Farida) .

Komentar

News Feed