oleh

LSM PRABU Minta Tidak Tebang Pilih Dalam Penindakan Reklame Tak Berijin

Bandung,Prabunews.com– Seperti yang di kutip dari beberapa media online ternama di kota Bandung Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung menyegel 24 reklame dan megatron ilegal sepanjang 2019 ini. Selain itu, Satpol PP Kota Bandung juga menyita 638 reklame kecil seperti baligo, umbul-umbul. “Pelanggaran pemasangan reklame itu karena kurangnya kesadaran dan kemauan soal perizinan. Hanya memikirkan keuntungan saja, tidak mau memikirkan tentang pembayaran pajak dan sebagainya,” tegas Kepala Bidang Trantib Satpol PP Kota Bandung, Taspen Efendi dalam Bandung Menjawab, di Balai Kota Bandung, Selasa (10/9/2019)

Taspen mengungkapkan, kawasan yang sering terjadi pelanggaran adalah Jalan L.L.R.E Martadinata, Jalan Soekarno-Hatta, Jalan Pasir Kaliki, dan Jalan Dr Djunjunan. “Jika itu melanggar, tidak ada izin dan sebagainya. Ya kita tindak untuk ditertibkan,” katanya ( Sumber media online)

Di jalan Cikapayang Kota Bandung

Akan tetapi terkesan tembang pilih dengan masih maraknya reklame di wilayah kota Bandung di duga belum jelas perijinan nya , irvan Ketua DPP Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)  Pergerakan Rakyat Bersatu ( PRABU )  mempertanyakan kembali ketegasan dinas terkait, juga ke satpol PP Kota Bandung dalam penindakan reklame tak berijin.

Pihak DPP LSM PRABU meminta Satpol PP Kota Bandung agar segera menindak tegas sejumlah reklame atau bilboard yang tidak berijin sesuai peraturan yang berlaku.

“Diduga maraknya reklame tak berijin, saya sebagai Ketua umum LSM PRABU mempertanyakan  beberapa biboard yang sudah berdiri di wilayah kota bandung yang di duga tidak berijin, salah satunya di jalan Peta gang buah, berdasarkan informasi yang masuk ke DPP LSM PRABU , Bahwa di duga kuat bilboard yang berlokasi di wilayah kelurahan Pelindung hewan kecamatan astana anyar tersebut di indikasi belum memiliki perijinan” tutur irvan  kepada redaksi prabunews.com

Berdasarkan Hal tersebut diatas dan di benar kan juga oleh salah satu pegawai kelurah pelindung hewan melalui WhatsApp kepada prabunews.com ketika di konfirmasi apa sudah ada ijin atau belum bilboard tersebut ” saya juga tidak tau , seolah tidak ada permisi , tau tau sudah terpasang, gak tau siapa siapa nya atau dari mana yang mengurus perijinan nya ” jawabnya.

(Red)

Komentar

News Feed