oleh

Liga 3 Jawa Barat Ternoda Match Fixing Alias Suap

Suasana rapat saat technical meeting Liga 3 yang digelar Asprov PSSI Jawa Barat/foto Ilustrasi

BANDUNG, PRABUNEWS.COM-Kompetisi Liga 3 Zona Jawa Barat ternoda menyusul terungkap dan tertangkapnya oknum pengurus klub dan perangkat pertandingan oleh Satgas Anti Mafia Bola di lingkungan Asprov PSSI Jawa Barat dalam kasus match fixing pada pertandingan kompetisi Liga 3 antara Perses Sumedang vs Persikasi Kab Bekasi.

Penangkapan dilakukan berdasarkan Surat Perintah Kapolri, Nomor: Sprin/2222/VIII/HUK.6.6/2019, tanggal 7 Agustus 2019 dan Laporan Polisi Nomor: LP/05/XI/2019/Satgas, tanggal 23 Oktober 2019.

Saat ini para oknum berhasil diamankan dan sedang dalam proses pengusutan diantaranya, DSP (Wasit utama), BTR, HR, SHB (Jajaran Manajemen persikasi Bekasi), MR (perantara) dan DS
(Komisi Penugasan Wasit ASPROV PSSI Jawa Barat ).

Mereka ditangkap karena melanggar Pasal 2 dan Pasal 3 UU No. 11 Tahun 1980 dan atau Pasal 55 KUHP.
Penangkapan yang dilakukan dirumahnya masing-masing itu dipimpin,Dirreskrimum PMJ selaku Kasubsatgas Gakkum AMB Kombes Pol Suyudi Aryo Seto, Wadirreskrimum PMJ AKBP, Dedi Murti Kasubdit Kang, Kompol Dwi Asih Wiyatputera dan Tim Subdit Kamneg Ditreskrimum PMJ.

Penangkapan itu berdasarkan data dan kronologis dimana pada Rabu (6/11) di Stadion Ahmad Yani, Sumedang Jawa Barat tempat berlangsungnya Liga 3 antara Perses Sumedang VS Persikasi Kab. Bekasi.

Berdasarkan Informasi masyarakat, pengamatan pertandingan dan hasil penyelidikan, diketahui telah terjadi dugaan tindak pidana suap yang dilakukan manajemen Persikasi Kab. Bekasi dengan memberikan sejumlah uang kepada perangkat pertandingan alias wasit antara Perses melawan Persikasi dengan tujuan agar memenangkan pihak Persikasi.

Pertandingan tersebut akhirnya dimenangkan oleh Persikasi dengan skor akhir 3-2.

Ketua Umum Asprov PSSI Jawa Barat, Tommy Apriantono, mengaku, kejadian tersebut pihaknya tetap memegang azaz praduga tidak bersalah.

Meski begitu, kata Tommy, Asprov akan bersikap kooperatif dan mendukung sepenuhnya langkah yang telah dilakukan Satgas Anti Mafia Bola.

“Buat kami ini adalah musibah yang tidak kita harapkan. Sejak awal kami sudah tegaskan tidak ada match fixing dan kalau terjadi maka Satgas Anti Mafia Bola akan bertindak, karena itu kami mendukung langkah Satgas, namun kita pun tetap memegang azas praduga tak bersalah, ” jelas Tommy kepada PRABUNEWS. COM, Selasa (26/11/2019).

Menurut Tommy, apa yang terjadi di akhir kompetisi Liga 3 tersebut akan menjadi sebuah hikmah untuk kebaikan organisasi di masa mendatang.

“Jadi ini menjadi hikmah yang sangat berharga buat Asprov, sehingga ke depan semua kegiatan bisa lebih terkontrol demi organisasi yang bersih dari segala praktek suap, ” ujarnya., (Arf)

Komentar

News Feed