oleh

CFD POTRET KECIL DARI HADIRNYA KRISIS AKHLAK

Bandung, Prabunews.com – Kegiatan rutin yang diisi oleh sebagian warga kota ini di setiap akhir pekan adalah jalan-jalan atau bersepeda di seputaran area ruang publik termasuk jalan raya yang dibebaskan beberapa waktu oleh kebijakan pemerintah dari asap kendaraan (CFD).

Salah satu area CFD yang memiliki magnet cukup besar sampai saat ini adalah CFD Dago.

Ada satu hal yang sangat menarik dari CFD ini, selain bisa dijadikan sarana refreshing, juga dapat dijadikan parameter untuk mengukur tingkat kecerdasan ekologis serta komitmen petugas dalam melaksanakan tugasnya.

Dari area CFD inilah kita bisa mengapresiasi betapa krisis moral dari rendahnya kecerdasan ekologi sebagian warga Bandung.Hal ini tercermin dari masih banyaknya sampah yang berserakan di area itu.

Ari Nugraha salah seorang relawan Gerakan Pungut Sampah mengatakan bahwa rata-rata sampah yang berhasil dikumpulkan dari aktifitas GPS dengan rekan-rekannya sekitar 10 kg.Sebuah angka yang cukup besar.Usaha lain yang sejatinya dapat dilakukan untuk menekan tindakan tidak bertanggung jawab adalah dengan mengefektifkan kinerja para penegak Perda K3 yaitu Satpol PP, lanjut Ari.


Hal ini sangat diperlukan untuk mengedukasi sekaligus penegakan hukum atas masalah kotornya area CFD yang diharapkan berimpact berupa efek jera.Para pelanggar diberikan sanksi sesuai delik Perda, disosialisasikan melalui media dan media sosial.

Memang sangat tidak sederhana menata tanggung jawab pribadi termasuk tertib mengelola sampah namun setiap usaha perlu dilakukan secara kolaborasi dan konsistensi karena tanpa kekuatan itu sepertinya perlu proses lama.
Bandung memerlukan penataan mental yang serius agar krisis akhlak ini tidak berlangsung lama apalagi sampai harus menular.

(Kang Amat)

Komentar

News Feed