oleh

Gubernur Berharap Pangandaran Bisa Mendunia Mirip Seperti Hawaii

Pangandaran, Prabunews.com – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menegaskan Pemprov Jabar komitmennya membangun kawasan Pangandaran dalam lima tahun ke depan. Salah satu komitmennya yaitu menjadikan lahan milik Pemprov Jabar, Pondok Seni, menjadi tempat wisata air atau water boom. Pembangunannya akan dilaksanakan di tahun kedua penataan kawasan pangandaran,sedangkan tahun pertama sudah dilaksanakan dikawasan Pantai Barat Pangandaraan,yaitu penataan trotoar.

“Tahun depan kita akan bangun water boom di lahan milik Pemprov Jabar, yakni Pondok Seni Pangandaran,” ujar gubernur  Jawa Barat Ridwan Kamil usai melepas ribuan pelari Jabar International Marathon (JIM), di Pangandaran, minggu (1/12/2019).

“Kami komit menata kawasan Pangandaran agar lebih mendunia dan bisa mirip seperti Hawaii, insya Allah,” katanya.

Menurut Emil, apabila Pangandaran jauh lebih baik maka pengunjung pun akan jauh lebih banyak,serta dampaknya, perekonomian masyarakat Pangandaran akan jauh lebih baik lagi.

“Saya mendapat laporan dari Bupati Pangandaran, bahwa jumlah pengunjung setiap akhir pekan selalu meningkat, apalagi pada masa libur nasional dan liburan lainnya. Ini yang diharapkan dari penataan,” katanya.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berkeinginan kawasan Pangandaran selain sebagai etalase pariwisata Jawa Barat juga menjadi pusat sport tourism. Sehingga di Jawa Barat akan ada dua yang dijadikan area sport torism,yaitu Bandung dengan City Sportnya dan Pangandaran dengan Sport Tourism.


“Saya berharap, Jabar International Marathon menjadi daya tarik bagi para penggemar olahraga khususnya lari. Tahun lalu ada sekitar 1.500 pelari yang daftar, dan pada tahun ini ada 2.500 pelari. Jabar International Marathon (JIM) akan terus digelar dan jumlah pesertanya tiap tahun terus bertambah”.

Sementara itu, Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata menjelaskan, progres penataan kawasan Pangandaram (pantai barat) devisiasinya sudah mencapai 2 persen atau sesuai target di tahun 2019. “Target sesuai kontrak deviasinya sudah mencapai 2 persen. Kalaupun mundur hanya tinggal finishingnya saja,” tandasnya.

“Saya setiap hari tongkrongin itu proyek, dan saya setiap hari lewat pantai Pangandaran barat hingga pantai timur,karena saya tidak mau proyek tersebut molor atau terbengkalai apalagi sampai mangkrak.” tandasnya.

Jeje juga mengacungkan jempol untuk kesadaran masyarakatnya. Ini terlihat dari pemindahan perahu nelayan dari pantai barat ke pantai timur  tanpa gejolak maupun penolakan dari nelayan dan masyarakat.

“Ini menandakan kesadaran masyarakat Pangandaran akan pariwisata sangat tinggi. Saya yakin Pangandaran akan semakin hebat,” tandasnya.

Dikatakannya, tinggal dua lagi yang belum dilakukan Pangandaran, yaitu pengusaha odong-odong dan penyewaan body rafting. Hal tersebut perlu dilakukan pendekatan persuasif secara bertahap, agar mereka tidak menjajakan usahanya di pantai. Sehingga kelak kawasan Pantai Pangandaran bersih dari penjaja usaha odong-odong,body rafting dan sampah.

(Mz)

Komentar

News Feed