oleh

AUDIT LINGKUNGAN WILAYAH KBU DAN KBS

Bandung, prabunews.com-Berita bencana banjir kembali terjadi.Seperti mendengarkan sebuah lagu yang selalu diputar ulang.Bencana kali ini terjadi didaerah yang sama bahkan sebagian menyentuh area lebih luar, tepatnya di daerah Banjaran Kabupaten Bandung.Ratusan rumah terendam sampai setinggi 2-3 meter.

Hujan deras yang terjadi kemarin (6/12) telah menyebabkan meluapnya beberapa anak sungai di Wilayah itu.Terjadinya bencana ini tidak terlepas dari berbagai hadirnya banyak masalah mulai dari sampah yang masih banyak mendiami area sungai, sedimentasi ,banyaknya alih fungsi lahan serta masih maraknya eksploitasi galian C.

Dihubungi melalui alat komunikasi, H.MQ Iswara, Ir AIFO Direktur Eksekutif LSM Peduli Lingkungan Jabar (Pelija) menyampaikan bahwa beliau pada waktu yang lalu-pun pernah

menyampaikan beberapa poin masalah lingkungan kepada pihak DLH Jabar,diantaranya masalah KBU termasuk KBS, pihaknya melihat permasalahan di sana sudah terbilang akut, sangat kronis. Kondisi eksisting saat ini tidak sesuai dengan perencanaan tata ruang sehingga berpengaruh pada kualitas dan ketahanan lingkungan, secara struktur alami KBU tidak boleh beralih fungsi lahan karena area itu merupakan daerah resapan, pun sebaliknya KBS dan daerah penyangganya tidak boleh banyak beralih fungsi lahannya karena area itu merupakan daerah tangkapan air.Permasalahan lainpun terjadi seperti masifnya pembukaan lahan untuk aktifitas pertanian di lahan yang jelas-jelas memiliki ekses kebencanaan manakala berubah fungsi, ujar Iswara

“Kami juga mendorong agar anggaran berpihak kepada penanganan masalah lingkungan maupun menjaga kelestarian lingkungan, selain itu Penegakan hukumpun menjadi bagian yang sangat penting, lanjutnya.

Intinya perlu audit lingkungan termasuk harus ada media untuk duduk bersama berbagai pihak baik itu Dinas terkait, praktisi lingkungan, LSM sampai para aktifis lingkungan.Semoga usaha yang selama ini dilakukan terus digulirkan sambil mencari upaya nyata menyelesaikan masalah yang beririsan dengan apa yang terjadi.

( Kang Amat )

Komentar

News Feed