oleh

Dr. Wieny Rizky Dosen Fakultas Pertanian Unpad Maknai Hari Ibu

Bandung, Prabunews.com – Di setiap peringatan Hari Ibu, Ambu Dr.Wieny Rizky sebagai Dosen fakultas pertanian Unpad menyimak sedikit hal ihwal peringatan Hari Ibu secara empiris yang tercatat di dalam sejarah.

Mengutip dari Wikipedia, bahwasanya peringatan Hari Ibu Nasional pertama kali dicanangkan oleh Presiden RI Ir.Soekarno pada Ultah ke-25 Kongres Perempuan Indonesia 1928 bertempat di Gedung Dalem Jayadipuran-Yogjakarta tahun 1959.

Keputusan tersebut ditetapkan sebagai bentuk apresiasi terhadap semangat perempuan Indonesia dalam meningkatkan kesadaran bernegara dan berbangsa. Semangat yang tentu saja terinspirasi oleh perjuangan para pahlawan perempuan seperti RA Kartini, Martha Tiahahu, Cut Nya Dien Nyai Ahmad Dahlan dan kawan-kawan.

Menurut penuturan ambu Wieny, bahwa
Hari Ibu yang jatuh Pada Tanggal 22 Desember 2019 di harapkan bukan sekedar momen Perayaan Tanpa Makna, tetapi sebaiknya mengimplementasikan sebagai Ibu bagi Negeri.
Selama ini telah terjadi pergeseran makna di dalam benak para ibu, bahwasanya Hari Ibu adalah selain hari di mana seorang perempuan wajib mendapatkan perlakuan istimewa dimanjakan bahkan dibebaskan dari tugas rutin sehari-hari sebagai ibu rumah tangga.
Tetapi sebaiknya hari Ibu ini dijadikan suatu momentum yang lebih tepat lagi disesuaikan dengan pengetahuan & teknologi saat ini yang sudah demikian canggihnya .

Selain itu, Ambu Wieny juga memberikan warning kepada para Ibu maupun calon Ibu, bahwa menjadi seorang Ibu harus mempunyai pengetahuan lebih luas lagi agar dapat nmendidik putra putrinya
menjadi generasi penerus yang berbudaya.
Dikatakan juga oleh ambu, bahwa Perempuan sebagai Pelestari Budaya, sehingga seorang Perempuan dituntut untuk lebih memperhatikan.putra ;putrinya dalam pembentukan.karakter.
Hal inilah sangat penting untuk para Wanoja( perempuan)
Indonesia , apalagi saat ini sedang berlangsung Revolusi Industri 4.0.
Oleh sebab itu kaum Perempuan harus berani mengexplorasi diri dengan banyak literasi dan berbuat bagi putra putri kita agar menjadi perempuan mandiri, berkarakter dan berbudaya.

Saya ucapkan Selamat hari Ibu bagi seluruh Ibu di Indonesia.

Selain itu yang tidak kalah pentingnya yaitu untuk para Wanoja di Nusantara sebagai calon Ibu, harus tetap semangat berjuang melestarikan budaya luhur bangsa ini, agar negeri ini dipenuhi oleh putra putri yang berakhlak baik dan berpikir maju bagi negeri.

Disisi lain dari perspektif penanggalan kalender sunda , Miranda M H sebagai ketua Yayasan Pang Daya Buwana menyampaikan, tentang hari Ibu/Poe Indung ( Ibu Pertiwi ) di tahun ini 22 Desember 2019 M (1 Kasa 1942 Saka/ 3K Palguna 1956 Caka sunda Radite Pon) dalam kalender sunda adalah taun kelabang, seyogyanya para wanoja nusantara mengenal adanya nilai nilai budaya Nusantara yang adi luhung, salah satu nya dengan papagon ” Ngindung ka Waktu Ngawula Ka Jaman “. Sampainya

Salam perjuangan,
Ambu Wieny

Komentar

News Feed