oleh

Kesenian Disisipkan Bisa Tidak Mandiri dan Jadi Pengemis

Bandung, Prabunews.com – Dihapusnya Direktorat Kesenian di Dirjen Kebudayaan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan menimbulkan kegelisahan kalangan seniman dan budayawan di Tanah Air, khususnya di Jawa Barat. Rasa prihatin dan kekecewaannya itu disuarakan dalam diskusi yang di gelar Masyarakat Seni Rakyat Indonesia (MASRI) di Gedung YPK Jln Naripan Bandung.(15/1/2020)

Menurut salah seorang seniman dari Bandung Mooi, Hermana, dihilangkannya Direktorat Kesenian ada indikasi pemerintah memprioritaskan film,music dan media baru yang lebih berorientasi kepada seni industry. Sementara seni konvensional atau tradisional yang merupakan induk dari cabang-cabang kesenian diabaikan,serta dihilangkan. “Direktorat Kesenian sudah ada sejak tahun 1969 di Kementerian yang membawahi Kebudayaan,dan baru tahun ini nama kesenian dihilangkan”,tegas Hermana.

Rudy Hartono dari Jaringan Kesenian Indonesia (JKI) mengatakan,perubahan nomenklatur  di Dirjen Kebudayaan sebaiknya ditinjau ulang,serta Direktorat Kesenian dipertahankan dan dimunculkan kembali apabila telah diamputasi. Kalau tidak bisa,sebaiknay ada menteri kesenian seperti jaman Presiden Gus Dur. Bahkan sebelum tahun 1998 ada menteri seni budaya dan telekomunikasi.

Komentar

News Feed