oleh

Perlawanan Disabilitas Pajajaran akan berlanjut Longmarch ke Kemensos RI

Bandung, Prabunews.com – Elda Fahmi Disabilitas  yang terus berjuang melawan Aturan Permensos kembali menyampaikan aspirasinya bersama para Disabilitas lain yang sepenanggungan, mewakili teman – temannya yang ada di tenda gelap di depan panti jalan Pajajaran Bandung, Elda fahmi  dan Rian memaparkan depan publik, diawali dengan berdirinya panti pada tahun 1901 dan pada tahun 1994, 1998 kami mulai diperlakukan hilangnya hak dan dihapus kewajiban negara untuk merawat, memelihara, membimbing dan membina Disabilitas Netra, ujar Fahmi. (17/1/2020)

Sudah jadi kesepakatan waktu itu 60 % untuk Pendidikan Vokalis, 40 % untuk Pendidikan Normal. Hingga saat diresmikan Undang undang no 23 tahun 2014, terkait Otonomi daerah dengan Amanahnya bahwa ” setiap panti harus dikelola dan difungsikan serta digunakan untuk kebutuhannya masing masing ” Pemerintah Pusat hanya mengelola balai, tegas Fahmi.

Sampai tiba pada tahun 2018, Kemensos RI meresmikan permensos nomor 18 tahun 2018 yang menimbulkan Nometeratur panti jadi Balai. Perbedaan panti dengan balai, Kalau Panti memberikan bimbingan pendidikan dasar untuk setiap klien nya. Sedangkan balai hanya memberikan pelatihan lanjutan makanya balai melakukan pengusiran yang kami alami secara Enfirist mengakibatkan ” Tragedi pada kaum Disabilitas ” dengan pengurangan Kualitas, kuantitas serta Durasi tinggal pada klien yang ada di asrama, papar Elda Fahmi.

Komentar

News Feed