oleh

Kemensos Kembalikan Hak Disabilitas kembali Ke Panti

Bandung, Prabunews.com – Hari kelima kaum Disabilitas yang tinggal Di tenda gelap depan Panti jalan Pajajaran Bandung, karena dikebiri haknya oleh Kemensos lewat aturan dalam Permensos nomor 18 tahun 2018, mengadakan konferensi pers di depan tenda, terkait perjuangan mereka yang ingin kembali mendapatkan haknya. (18/1/2020)

Dari kelima tuntutan mereka pada tanggal 18 Januari 2020, pada Kementerian Sosial RI dari jam 00 : 00 hingga jam 4 pagi, melakukan perundingan dengan Kementerian Sosial yang datang ke Tenda Gelap, satu tuntutan yang dipenuhi oleh kemensos yang diwakilkan datang pada Sekertaris Dirjen Rehabilitasi Sosial,  Direktur Rehabilitasi Sosial dan Biro Humas Kemensos RI, ujar Elda Fahmi mahasiswa Disabilitas menyampaikan pada Media yang hadir.

Kami mengucapkan terima kasih pada warga Bandung, para Relawan, Rekan Pers dan seluruh Warga Indonesia yang sudah mengawal kami selama berjuang, perjuangan kami juga bukan untuk kaum Disabilitas dipajajaran dan jawa barat saja tapi untuk kaum Disabilitas se Indonesia yang terimbas aturan Permensos No 18 tahun 2018, semalam perwakilan dari Permensos mengembalikan lagi hak kami untuk tinggal di panti. Bagi kami mau panti ataupun Balai bukan masalah asal tetap melayani bagi klien Disabilitas Netra, tegasnya.

Juga 32 Orang Mahasiswa Disabilitas teman kami bisa kuliah lagi alhamdulillah bisa melanjutkan lagi kuliahnya serta dipenuhi biaya makannya. Kami ingin seperti kakak kakak kami, bisa jadi doktor, Guru, PNS dan pekerja lainnya. Kami ingin mengabdi pada Negara mencurahkan kemampuan kami untuk Negara. Semoga hasil kesepakatan semalam terwujud untuk menfasiltasi Audensi dengan Menteri Sosial, audensi dengan Dinsos Jabar untuk mencabut Permensos no 18 tahun 2018 dan mengembalikan hak pendidikan adik adik kami yang ada di pendidikan vokasional diberikan pendidikan serta pelatihan keterampilan maksimal 4 tahun dan bersertifikat Nasional, meneruskan klien dengan jurusan yang ada di panti seperti Shiatsu, Masage, Pendidikan Agama, Musik, Komputer serta Observasi penyesuaian dan pendidikan bagi tuna netra baru, agar bisa memulihkan fungsinya bersosialisasi di masyarakat, ujar Elda Fahmi .

Komentar

News Feed