oleh

Pintu Air Bendungan Jatigede Yang Menuju Hilir Tetap Dibuka Walaupun Sudah Musim Hujan

Sumedang, Parabunews.com– Setelah memasuki musim kemarau yang panjang, di akhir tahun 2019 dan masuk ke awal tahun 2020 ini, kita bisa merasakan lagi musim penghujan yang telah lama kita rindukan. Namun bagi para petani di wilayah hilir Bendungan Jatigede, seperti Majalengka, Indramayu dan Cirebon,  curah hujan yang turun sampai bulan Januari ini belum cukup, hal ini diakibatkan oleh kemarau yang panjang sehingga debit air yang dibutuhkan sangat tinggi. Oleh karena itu Bendungan Jatigede tetap membuka pintu air untuk mengalirkan air ke wilayah hilir bendungan tersebut.

“Sengaja pintu air yang menuju hilir bendungan tetap dibuka walaupun saat ini sudah memasuki musim hujan, karena debit air yang dibutuhkan untuk wilayah Majalengka, Cirebon dan Indramayu sangat tinggi,” Demikian dikatakan Yuyu Wahyudin selaku Pelaksana Teknis Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Perencanaan Bendungan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk- Cisanggarung beberapa waktu lalu. Selanjutnya diterangkan pula bahwa dalam memenuhi kebutuhan air di wilayah tersebut pihaknya mengalirkan air dari pintu bendungan utama (Q Outflow) dengan debit relatif kecil diantara kisaran 3,03 M³/detik, dan itu debit yang dikeluarkan jika memasuki musim hujan.

Masih menurutnya,” Sebaliknya kalau pada musim kemarau atau tidak turun hujan air yang dialirkan dari bendungan debitnya lebih besar, bisa mencapai 30 sampai 50 M³/detik, lagi pula untuk saat ini Muka Air Waduk belum mencapai titik normal, hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yang diantaranya masih kecilnya debit air yang masuk dari hulu walaupun sudah memasuki musim penghujan selain itu juga dikarenakan masih dibukanya pintu air yang mengalir keluar bendungan jadi belum maksimal bila u ntuk mencapai titik normal ,Sementara itu untuk mencapai titik normal posisi MAW  harus ada pada posisi elevasi +260.00 mdpl, sedangkan sekarang sampai bulan Januari ini tinggi Muka Air Waduk baru mencapai 239.00 mdpl” terangnya.

“Perlu diketahui juga, secara umum bahwa kondisi Air Muka Waduk tidak ada kendala, karena air yang masuk dari hulu sungai Cimanuk (Q Inflow) ada di kisaran 78,48 M³/detik sedangkan yang keluar dari pintu air bendungan hanya 3,03 M³/detik, jadi setiap harinya dipastikan air muka waduk akan terus naik untuk kenaikannya bisa mencapai 4 sampai 5 Cm. Alhasil kami memprediksi Air Muka Waduk akan berada pada posisi normal sekitar bulan Mei 2020 mendatang, mudah-mudahan saja prediksi ini benar walaupun tidak menutup kemungkinan prediksi ini bisa salah karena hal ini dipengaruhi pula oleh beberapa faktor misalnya cuaca atau meningkatnya kebutuhan air dari hilir,”pungkasnya.

(RH)

Komentar

News Feed