oleh

Pencegahan Caronavirus di Jabar

Bandung, Prabunews.com – Penyebaran dan Pencegahan Virus Corona di wilayah jawa barat,dijelaskan oleh lima Dokter sebagai narasumber dan berpotensi dalam penangganan.  Disampaikan lewat acara jabar punya informasi, dihalaman museum gedung sate bandung.  (30 /1 /2020 ).

Penyampaian kepala SMF Ilmu Penyakit Dalam RSUD Al Ihsan , dr Apen Afgan .Sp. PD M.Kes. posko Virus Corona dibuat pada tanggal 25 januari 2020 , dan dioperasionalkan pada tanggal 27 januari 2020, di posko Caronavirus sebagai fasilitas melakukan test awal bagi pasien yang terindikasi terkena penyakit , sebagai tanda awal batuk , sesak nafas, dan Demam diatas 38 derajat.posko Coronavirus kata dr.Hadri harus diarea terbuka, atau angka vertilasi 12, agar udara didalam  tergantikan.

Dalam penangganan test Caronavirus  ada dua Pemeriksaan, pertama satu pasien dalam pemantauan, orang dalam pemantauan kondisi demam 38 derajat disertai batuk,pilek. Yang terjadi di RSHS memang pasien pernah ke China tapi bukan ke Wuhan dan tidak sesak napas, hasilnya negatif.pasien ke dua di RSHS, demam lebih 38 derajat dan diketahui dia dari Singapore, pasien disertai sesak nafas, sementara,diisolasi dan sekarang hasilnya negatif,jelas dr.Anggraeni tim inspeksi khusus RSHS Bandung.

Dari semua kasus yang ada terkait Caronavirus, dilaporkan ke Dinas Kesehatan, untuk dikoordinasikan ke kota kabupaten yang ada puskesmas ,akan dipantau selama 14 Hari. Pasien mendapat kartu pemantauan, ungkap Kepala seksi survei Imunisasi Dinkes jabar ,dr.Luqman Yanuar Rachman. MPH. sedangkan Kepala Seksi Upaya Kesehatan dan lintas Wilayah Kantor Kesehatan pelabuhan kls II Bandung dr.Medi Nursasih. Sebagai tugasnya KKP “Cegah Tangkal” di pintu perbatasan bagi yang masuk dan datang dari negeri yang  terpapar Caronavirus.

(FRD)

Komentar

News Feed