oleh

KPID Jabar mendukung Gerakan Pelajar Peduli Penyiaran

Bandung, Prabunews.com – Salah satu hal yang paling penting dalam menghadapi dinamika perubahan informasi adalah memberikan ruang edukasi dan sosialisasi tentang informasi yang sehat.

Komisi Penyiaran Indonesia Daerah ( KPID ) Jawa Barat sebagai sebuah lembaga Negara Independent yang dibentuk berdasarkan amanat pasal 7 Undang-Undang No.32 Tahun 2002.

Tentang penyiaran dimana keberadaannya merupakan wujud nyata keterlibatan publik dalam mengatur penyiaran, pada hari ini (1/2) melakukan kegiatan edukasi dan sosialisasi terhadap tugas KPID terhadap para pelajar bersepeda (Pelajar NyaSaB).

Ir.Erianto Edi Pramono Ketua Bidang Kelembagaan menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan untuk mencerdaskan masyarakat.

Untuk meningkatkan kualitas informasi yang berhubungan dengan penyiaran maka KPID meluncurkan empat program, KPID Go to school, Go to Village, Go to Campus dan Go to Pesantren.

Kegiatan hari ini berhubungan dengan penguatan salah satu program yang harus tersamapaikan kepada para pelajar.

Mengingat mereka menjadi bagian dari komposisi masyarakat yang memiliki kerentanan dari setiap informasi penyiaran yang kurang tepat.

Jenis tayangan yang banyak menyimpang dari program penyiaran diantaranya iklan, tayangan berbau mistis, pornografi, kekerasan, bullying, ataupun sinetron.

Setiap pelanggaran mengandung resiko tindakan berupa teguran sampai pemberhentian tayangan, lanjut Edi.

Ahnaf salah satu Pelajar NyaSaB mengatakan bahwa kegiatan ini sangat berguna dan menambah wawasan.

Selain itu dengan kegiatan sosialisasi dan edukasi ini kita jadi mendapatkan informasi tentang hak dan kewajiban masyarakat sebagai konsumen dari sebuah penyiaran.

Kedepannya KPID memiliki agenda pembentukan Duta Literasi Penyiaran yang terdiri dari para pelajar.

Semoga setiap Stasiun siaran selalu mengedepankan tayangan yang bersifat Informatif, edukatif, hiburan dan menjadi perekat/kontrol sosial.

(Kang Amat)

Komentar

News Feed