oleh

Kang Emil dan PKS Kembali Mesra, Tapi..

Bandung – Prabunews – Menanggapi isu Ridwan Kamil yang kembali menjalin ‘kemesraan’ dengan PKS, Sekretaris Umum Dewan Pengurus Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Abdul Hadi Wijaya menyampaikan jika syogyanya kemesraan itu sejatinya melanjutkan ‘kemesraan’ yang sudah terjalin tujuh tahun lalu, kala Ridwan Kamil diusung sebagai Calon Walikota berpasangan dengan Oded M. Danial tahun 2013.

“Soal kehadiran Ridwan Kamil pada acara ‘Training Orientasi Partai’ Ahad lalu, beliau (Ridwan Kamil) kami undang karena posisi beliau sebagai Gubernur Jawa Barat dan acara tersebut merupakan acara formal pertama PKS Wilayah Jawa Barat sejak pemilu, ditambah dengan kehadiran empat petinggi PKS. Sudah selayaknya Gubernur kami undang untuk hadir,” terang Abdul Hadi pada wawancara program ‘News and Talk Pagi’ di Radio Elshinta pada Selasa (11/2).

Sebagaimana tersiar melalui berbagai media, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menghadiri undangan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Jawa Barat, yakni Training Orientasi Partai pada Minggu (9/2) di Hotel Grand Preanger. PKS bertemu dan berkenalan dengan Ridwan Kamil atau akrab disapa Kang Emil pada pencalonannya sebagai Walikota Bandung pada 2013. Namun, hubungan sempat memanas manakala Ridwan Kamil mencalonkan diri sebagai Gubernur Jawa Barat pada Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Jabar dua tahun lalu, sementara PKS mengusung pasangan Asyik (Ajat-Syaikhu). Namun, Abdul Hadi mengatakan jika hubungan panas di kompetisi pilkada berakhir sejak dilantiknya Kang Emil sebagai Gubernur Jabar, didampingi UU Ruzhanul Ulum selaku Wakil Gubernur Jabar.

“Momen Pilkada itu pada dasarnya ialah momen kompetisi, sudah selayaknya jika kita saling adu gagasan, adu pengaruh. Namun, semuanya berakhir sejak dilantiknya RK dan Uu sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar dengan tetap memperhatikan peran-peran di antara kita; kami selaku legislatif di DPRD Jawa Barat dan Kang Emil sebagai eksekutif, tentu ada berbagai bentuk komunikasi dengan beliau,” jelas Abdul Hadi yang juga akrab disapa Gus Ahad.

Abdul Hadi kini menjabat selaku wakil ketua komisi V di DPRD Jawa Barat yang membidangi kesejahteraan masyarakat; pendidikan, tenaga kerja, dan kesehatan. Ia selaku anggota legislatif bersama 21 anggota fraksi PKS mengaku, selaku anggota dewan bagaimanapun harus mengkritisi jika memang ada program-program pemerintahan eksekutif yang perlu dikritisi. Namun, jika sudah berkesuaian, maka harus didukung.

“Prinsipnya, kami berpihak pada kepentingan masyarakat dan umat. Jadi, jika satu kebijakan itu sudah sesuai dengan kebutuhan masyarakat, maka kami dukung. Jika, belum sesuai, maka sudah tugas kami untuk mengkritisinya agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” jelas Gus Ahad. “di awal-awal pemerintahan juga tersiar, kami cukup tajam menyoroti isu pendidikan dan soal Alun-alun Cianjur,” pungkasnya.

Lebih jauh, Abdul Hadi menjelaskan, jika budaya ini harus terus dibangun sebagai bentuk pendidikan politik bagi masyarakat. Dalam politik, ada banyak ruang dan peran. Apalagi, di daerah dan wilayah, meski di pusat kita nyatakan oposisi oemerintah, namun tidak bisa sesaklek itu di wilayah dan daerah. Di daerah dan wilayah, posisi DPRD adalah mitra pemerintah yang secara struktural berada di bawah pengawasan Kementrian Dalam Negeri. (FRD)

Komentar

News Feed