oleh

MONJU Mengusung Health Tourism

Monumen yang sejak April 2010 dikelola Balai Pengelolaan Kepurbakalaan, Sejarah dan Nilai Tradisional (BPKSNT), Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Propinsi Jawa Barat, menginformasikan peristiwa-peristiwa sejarah di wilayah Jawa Barat, yang diantaranya didesain dalam bentuk diorama dan relief.

Bentuk monumen ini tidak tunggal, tetapi plural. Diwujudkan dalam lima unsur bentuk yang menjadi satu kesatuan harmonis (beungkeutan), yang satu sama lain hampir sama.

Bentuk seperti ini memiliki makna yang berhubungan dengan kebudayaan Sunda yang tidak mengenal pusat (sentral), melainkan tersebar di berbagai tempat, memiliki sifat plural, dinamis dan demokratis.

Baca juga : Pemkot Bandung Ajukan Bantuan Dana Sebesar Rp 784 Miliar ke PEMPROV JABAR

Monumen ini juga pada hakikatnya merupakan karakter perjuangan rakyat Jawa Barat dari masa ke masa, yang mengandung nilai-nilai hakiki budaya dan perjuangan rakyatnya.

Semua itu diwujudkan dalam desain bangunan yang luwes, plastis, tidak masif, melainkan teranyam, didesain oleh seorang arsitek dari Bandung, Slamet Wirasonjaya dan perupa Sunaryo.

(Mz)

Komentar

News Feed