oleh

“2,6 Juta Pil Diduga PCC” Siap Dikirim

Bandung – Prabunews – Sebanyak 2,6 juta butir yang diduga pil PCC hasil produksi rumah di No E 8 Komplek Pemda, RT 3 RW 4 Kelurahan Cisaranten Endah, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung, siap diedarkan. Sebanyak 2 juta butir pil warna putih tersebut sudah dikemas dalam 25 bus dan berada di rumah tersebut. Sedangkan sebanyak 600 butir sudah dikirim namun berhasil diamankan petugas BNN dari sebuah jasa ekspedisi.” Ada diluar (ekspedisi) namun sudah kita amankan,” kata Deputi Penindakan BNN RI Irjen Pol Arman Depari yang di dampingi Kepala BNNP Jabar, Brigjen Pol Sufyan Syarif dan Wakapolda Jabar, Brigjen Pol Dr Ahmad Wiyagus di tempat kejadian perkara kepada para wartawan, Ahad (23/2) malam.

Hasil pantauan Media Prabunews di lapangan .Di TKP 25 dus berisi sekitar dua juta pil diduda PCC itu sudah dikemas secara rapi. Dus ukuran 60x 60 sentimeter tersebut dibungkus denga plastik warna hitam dan dilakban. 25 dus tersebut disimpan di samping ruang produksi. ” 25 dus berisi sekitar dua juta butir pil siap dikirim. Sedangkan yang 600 ribu sudah keluar dari rumah ini namun kita sita di tempat ekspedisi,” kata Arman Depari.

BNN RI dipimpin Deputi Penindakan, Irjen Pol Arman Depari, memimpin penggerebekan sebuah rumah No E 8 Komplek Pemda, RT 3 RW 4 Kelurahan Cisaranten Endah, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung, Ahad (23/2) sekitar pukul 16.00 WIB. Rumah tersebut diduga sebagai pabril pembuatan pil Paracetamol, Caffeine, Carisoprodol (PCC).Dari rumah tersebut petugas BNN mengamankan sebanyak tujuh tersangka. ” Ada jutaan pil PCC yang ada di dalam rumah tersebut,” kata Arman di lokasi.

Menurut Arman ada dua mesin pembuat pil PCC di dalam rumah. Namun demikian tim BNN RI masih melakukan penggeledahan di dalam rumah tersebut. Ke tujuh tersangka yang diamankan masih berada di dalam rumah tersebut. ” Sedang kita lakukan penggeledahan. Tunggu nanri kita sampaikan,” kata dia.

Ketua RT 03 Leni Hapsari (45 tahun) mengaku tak duriga dengan rumah dengan pagar tembok bercat purih merah tersebut. Pemilik rumah yang belum diketahui identitasnya itu, kata dia tak pernah melapor kepada dirinya. ” Tak curiga. Kondisi rumahnya selalu tertutup dan sepi,” kata dia (MRT)

Komentar

News Feed